Masyarakat Perantauan Karo Sumatera Utara di Lampung Gelar Kegiatan Adat
Kegiatan adat bertajuk Gendang Mburo Ate Tedeh, Tutup Buka Tahun 2022 -2023/Istimewa

Kenmukti – Mengobati rindu akan kampung halaman, masyarakat perantauan Karo Sumatera Utara menggelar kegiatan adat bertajuk Gendang Mburo Ate Tedeh, Tutup Buka Tahun 2022 -2023, pada Sabtu (29/4/2023).

Acara yang dipusatkan di Balai Umum dan Gedung Olahraga Cio-Cio Merga Silima, Tanjung Senang, Bandar Lampung yang diinisiasi marga ginting.

Ratusan warga asal Sumatera Utara yang merupakan anak beru dan anak beru mentri se Provinsi lampung, tumpah ruah dalam momentum kebahagiaan.

Dengan kekhasan budaya Karo, secara serempak mereka tampil menari bersama dengan diiringi dengan musik tradisional hingga dentaman musik kekinian .

Salah warga Karo Yunika Indahayati, Beru Ginting wanita sangat menyambut hangat acara ini.

Sebagai anak perantauan mendedikasikan kiprahnya di dunia perpolitikan Lampung.

Ia juga mencalonkan diri sebagai legislatif Partai Gerindra Dapil 5 Bandar Lampung.

Bahkan dalam salah satu misinya mengembangkan Kota Bandar Lampung yang lebih baik lagi ke depannya, mulai dari sektor pendidikan, infrastuktur, perekonomian, dan sebagainya.

“Kesempatan ini bagi saya sangat istimewa, bisa berkumpul dengan keluarga besar ginting yang ada di Lampung. Menikmati suasana kebahagiaan lewat seni, silaturahmi, sekaligus sebagai bentuk ungkapan rindu kampung halaman. Semoga momen keakraban, kebersamaan, dan kekompakan terus bisa terjalin di manapun kita berada,” ungkapnya.

Meskipun warga perantuan, Yunika berharap, masyarakat Karo Sumatera Utara tidak ekslusif dan terus berbaur dengan seluruh etnis, agama, dan ras masyarakat Lampung lainnya.

Selain tentunya turut serta mendukung pembangunan di Bumi Tapis Berseri di bidang apapun juga.

“Sesuai dengan ungkapan pepatah di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung,” pungkasnya.

Hal senada dikatakan Prananta Ginting, ketua pelaksana kegiatan menjabarkan secara umum acara terlaksana dengan baik dan lancar.

Peserta semuanya merupakan marga ginting, anak beru dan anak beru mentri yang tersebar di seluruh Kabupaten/ Kota di lampung.

Adapun tujuan utamanya, silaturahmi sekaligus terus menjalin keakraban antar keluarga besar khususnya di Lampung.

Secara teknis, acara dimulai pembukaan, menyanyikan lagi Tanah karo simalem oleh semua audiense dan selanjutnya menari bersama menurut urutan yg sudah di susun oleh panitia.

Dilanjutkan. makan bersama fan, dan diteruskan kembali dengan menari bersama acara itu sendiri selesai sekitar pukul 22.00 WIB.(*)

Pilihan Redaksi

Berita Terbaru

Baca Juga